Jogja Istimewa dengan Kamu yang ter-Istimewa (9-10 September 2021)

“Aku ada tugas ke Jogja. Aku ke Semarang dulu, ambil mobil terus kesana bawa mobil.” kata suamiku waktu itu. FYI, aku dan suami tinggal berjauh-jauhan atas kesadaran dan pilihan kami. Dua belas tahun kami menjalani perjalanan cinta Jakarta-Semarang PP (hahaha) sejak 2010. Jangan tanya rasanya ya? Dan jangan pernah kepengen ya? Berat… biar kami saja. Melihat kesempatan ini, aku pun menawarkan diri, “mau ditemenin gak?” sambil berbinar kedua mata ini. “Ya lihat nanti ya?” katanya gak yakin. Akhirnya, setelah beberapa kali usaha (keras), aku berhasil meyakinkan ayang mbeb untuk untuk menemaninya #bersorakbahagia.

Karena pak suamik udah berada di Jogja, akhirnya aku menyusul naik travel. Pilihanku jatuh ke https://joglosemarbus.com/. Pool nya dekat dengan domisili rumah tinggalku, jadwalnya ada setiap saat dan armadanya nyaman (setelah beberapa kali naik dan gak mau pindah ke lain travel). Ada beberapa pilihan kendaraan yang digunakan, diantaranya mini dan medium bus. Sama-sama nyaman sih, tapi aku lebih milih yang medium bus berasa lagi piknik gitu. Tambahan lagi, kalau naik travel ini dapat snack sama minum gitu, mayan gak usah mampir-mampir ke minimarket 24 jam (untuk ukuran aku yang jarang ngemil saat perjalanan karena lebih ke tidur tau tau udah sampai tujuan hahahaha). Oh ya, tiketnya sendiri kalau Semarang-Jogja antara IDR 80,000-85,000. Murah atau mahal ya? Bagiku sih murah karena fasilitasnya OK.

Alhamdulillah dapat travel sore itu. Setelah menempuh kurang lebih 3.5 jam-an di perjalanan, sampai juga di Jogjakarta dan dijemput ayank naik Panther silver tahun 2002 (wkwkwkwk).

Malam-malam syahdu, menikmati perjalanan berdua. Berasa belum punya anak. Padahal anak-anak tadi protes karena tidak diajak. “Sama uti kakung dulu ya kak dek.” Bunda sama Ayah mau nge-date dulu…^_^. Ada yang kurang rasanya kalau menyusuri malam di Jogja dan kenangannya dengan kelaparan. Maka, mampirlah kami makan di warung tenda di wilayah Universitas Gadjah Mada (dulu daftar kuliah disini, tidak keterima ahahaha), mayan lah… merasakan atmosfer UGM di malam hari,… bersama sang belahan jiwa. ^_^. Makanannya sederhana, enak di lidah dan yang penting enak di kantong. Cobain deh, makan malam di Jogja, di warung tenda pinggir jalan, ditemenin ayank…. kombinasi yang ,,,,bikin hepi. :*

Selesai makan, kenyang…. ngantuk dong. Eh, kirain diajak nginep ke tempat doi (jadul banget bahasaku…ketauan umurnya dong) tugas kantor. Ternyata eh ternyata….

Ada yang tau lorong ini dimana?

gak tau? nih dikasih clue lagi ya

Yoooiiih, ternyata diajakin doi staycation di Hyatt Regency Yogyakarta. Mungkin bagi sebagian orang, biasa aja ya, tapi bagiku ini adalah surprise ter-kece di tahun itu. Ada cerita di balik itu. Flasback ke tahun 2010 an awal, aku pernah dapat tugas untuk mewakili kantor di pertemuan internasional di hotel ini. Waktu itu dianterin juga sama ayank (waktu itu belum menikah). Aku pernah bilang “someday, kita kesini (nginep) ya, yank ?” Masih ingat betul aku tatapan matanya waktu itu sambil mengangguk mengiyakan. Ah, terimakasih, sudah mewujudkan harapanku kala itu. *mendadakmellowsambilngetik,….

https://www.hyatt.com/hyatt-regency/en-US/yogya Hyatt Regency Yogyakarta ini merupakan hotel bintang lima yang terletak di Jl. Palagan Tentara Pelajar, Panggung Sari, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan hotel dan kamar yang klasik bikin betah. Kenyamanan nginep disini juga bikin gak mau beranjak. Pemandangan lanskap ijo-ijo asri asli memanjakan kedua bola mata, serta mulut tak berhenti berucap syukur. Alhamdulillah bisa merasakan cinta, perjuangan, dan kasih sayang dari sang Maha Cinta. Dan yang selalu bikin kangen nginep di hotel ini adalah hospitality nya luar biasa banget dan sarapannya ga pernah failed. *blessed.

Time to say “see you, soon Hyatt”, next time ke sini lagi yaaa… (ngarep). Kapan-kapan akan ngajak anak-anak ke sini. Next time juga akan menulis tentang hotel dan pengalaman nginep di sini bersama anak-anak.

Setelah check out, jalan-jalan dong kami mengisi perut di SGPC yang spesialisasinya menjual Pecel. Tapi ada juga makanan-makanan lain selain pecel. Oh ya kalau makan di Jogja, siap-siap sama rasa makanannya yang cenderung manis ya? Kalau aku sendiri sih gak terlalu kaget sih, karena aku juga anak Solo-Semarang yang masakannya emang ditambah GULA…jadi sudah biasa lah dengan makanan-makanan macem gudeg, sambel pecel yang manis.

Lanjut ke Kota Gede. Kenapa kota Gede? Mau cari silver? gak sih, lebih ke nurutin ngidam pak suami. Doi tiba-tiba nyari makanan namanya “kipo”, yang hanya bisa ditemukan di daerah ini.

Balik lagi ke makanan manis dah…. Kipo ini merupakan jajanan tradisional yang konon katanya kegemaran sang Raja. Terbuat dari tepung ketan dan berisi enten-enten (parutan kelapa dan gula jawa) dan bentuknya yang mungil jajanan ini malah bikin penasaran dan ketagihan. Rasanya unik dan…waktu itu bikin rebutan sama ayank. ^_^.

Pulang ke Semarang, tak lengkap rasanya kalau ndak beli Bakpia Pathuk 25. Di tengah gempuran bakpia dengan berbagai merek dan berbagai varian bentuk, kepada Bakpia Pathuk 25 ini aku selalu kembali. Klasik dan ngangeni rasanya. oh ya, jangan lupa beli Gudeg Jogja. Manis….seperti kamu…ea ea ea. Jogja, tunggu kami berkunjung lagi yaaaa….. terimakasih, cinta.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *