Naik Kereta Api

Naik kereta api tut tut tut… siapa hendak turut? Ke Bandung Surabaya….

Hayooo siapa yang bacanya sambil nyanyi? hihihi. Yap, lagunya emang enak banget ya di telinga anak 80-an kaya aku ini. Ditambah lagi, liriknya mudah diinget dan mudah dihafal. Kalau di TK atau PAUD sekarang masih diajarin nyanyi lagu ini gak ya?

Kereta api di tahun 2024 ini sudah banyak berbenah. Keretanya sekarang bagus-bagus, fasilitasnya pun beragam. Bedaaaa banget dengan kereta api saat aku masih Kelas 1 SD (sekira tahun 1990-an). Atau waktu itu memang sudah ada kereta api eksekutif tapi aku belum mampu untuk naik? hehehe…Aku masih ingat dengan jelas, Bapak dan Ibu suka bawa koran waktu itu kalau kami berpergian naik kereta api ke Jakarta. Nama keretanya waktu itu adalah Senja Utama dan Fajar Utama. Kalau berangkat pagi nama keretanya adalah Fajar Utama, kalau sore/malam, nama keretanya Senja Utama. Kereta ini turun di Stasiun Senen kalau gak salah ingat…

Di dalam kereta pun pemandangan yang kuingat sangat luar biasa… Luar biasa semrawut. Para penumpang tidur beralaskan koran, kebanyakan orang-orang tua (ayah atau ibu), sedangkan anak mereka biasanya mendapat tempat yang lebih ekslusif di kursi kereta. Aisle di dalam kereta penuh sesak sehingga tak jarang jika ingin ke toilet harus melewati beberapa orang yang tidur di gang atau lorong kereta yang merupakan akses menuju toilet. Menyedihkan, tapi begitu membekas di ingatan (sayangnya aku gak punya foto-foto),..silakan googling ya ladies and gentlemen,….hehehe

Satu hal yang menurutku sangat membekas banget adalah aroma wangi tisu basah yang waktu itu merupakan barang mewah. Jadi tisu basahnya itu dikemas kecil seperti… emmmm, tau tisu yang biasanya buat lap galon. Tau kan? Nah kemasannya sama seperti itu. Tapi…woh gila sih… wanginya tu…khas banget…wangi, semerbak. Ya… karena emang didesain untuk membersihkan diri atau muka yang lengket karena berjam-jam di kereta… bisa sampai 8 jam an loh itu dari Semarang ke Jakarta. hahaha….kebayang keringetnya kek gimana.

Thanks God, naik kereta api jaman sekarang tidak menemui hal-hal yang sudah kuceritakan di atas. Sehingga naik kereta api menjadi pilihanku untuk bepergian antar kota, khusunya Semarang-Jakarta PP.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *